Keinovasian Facebook Sebagai Tempat Belajar : Pendapat Dalam Perpektif yang Berbeda
Penulis : Annisa Febrianti - 1215152975
Teknologi Pendidikan B 2015 - Universitas Negeri Jakarta
A. PENDAHULUAN
Latar Belakang
Mendengar media sosial? Pasti masyarakat khususnya para
anak muda sudah tidak lagi asking dengan istilah tersebut. Sebut saja Facebook,
Twitter, atau yang kini Sedang tren yaitu Instagram, dapat di pastikan
mayoritas kita khatam cara memainkan mereka. Fungsi dan isi dari media sosial
pun beragam, ada yang digunakan untuk berinteraksi, berbagi informasi berupa
teks, gambar sampai video, untuk berkumpul dengan orang-orang dengan minat yang
sama, sampai ada yang menggunakannya untuk belajar. Percaya kah anda? Ada suatu
komunitas Facebook yang berhasil belajar bahasa asing melalui Facebook. Ya.
Melalui Facebook. Maka dapat dilihat kecanggihan media sosial yang ada saat
ini. Bila bertemu dengan orang yang juga canggih dan positif, maka media sosial
dapat bermanfaat besar bagi para penggunanya.
Facebook memang memiliki fitur yang terbilang paling lengkap
dari beberapa media sosial yang lain. Facebook mendukung upload file foto,
video, dan teks yang panjangnya luar biasa. Adapula fitur live chat dan grup
yang bisa diatur penggunaanya, dan masih banyak fitur yang nyatanya bisa
mendukung seseorang bisa lancar mengoceh bahasa asing yang notabene memiliki
momok yang sulit. Lantas, bisa kah media sosial seperti Facebook dijadikan tempat
belajar bagi kamu akademik seperti mahasiswa?
Ini lah yang coba dilakukan oleh kelas yang saya yang saya jalani, yaitu
matakuliah difusi inovasi. Kelas ini mengadakan diskusi pekanan mengenai mata kuliah
yang akan dipelajari selanjutnya. Mahasiswa melakukan diskusi dengan cara
melempar topik pada halaman' grup, kemudian mahasiswa menanggapi topik tersebut
dengan membalas komentar. Selain melakukan diskusi, ternyata ada tujuan besar
yang harus dicapai pada mata kuliah ini melalui kegiatan demikian, yaitu
mencari tahu, apakah kegiatan belajar yang dilakukan Facebook itu termasuk ke dalam inovasi
atau bukan. Maka, diadakan survey di grup Difusi Inovasi TPB 2015 terkait dua
hal, yaitu : Apakah Forum Group Discussion DIP termasuk inovasi? dan apakah alasan anda berdasarkan teori yang dikemukakan
oleh E.M. Rogers dan Reigeluth?
Tujuan Survey
Mengetahui pendapat mahasiswa mengenai pemanfaatan Facebook
sebagai media pembelajaran termasuk inovasi atau bukan berdasarkan teori inovasi Rogers
dan Reigeluth.
Manfaat Survey
Mengetahui dan memahami fenomena difusi inovasi melalui kegiatan survey dan analisis dari lingkungan terdekat dan nyata.
Responden survey
Responden survey merupakan mahasiswa prodi Teknologi Pendidikan UNJ Kelas B angkatan
2015 yang terdiri dari 39 orang ,yang terdiri dari 20 responden yang menjawab
pertanyaan dan 19 responden yang tidak
menjawab.
Teknik survey
Teknik yang digunakan adalah perhitungan survey (melalui
status dan kolom komentar) dan format tabulasi.
B. HASIL SURVEY
Survey 1 : Grup diskusi pembelajaran DIP dengan memanfaatkan
facebook ini merupakan inovasi atau bukan ? (Berdasarkan jumlah jawaban YES, NO, YES & NO)
a. 20 orang menjawab pertanyaan, 19 orang tidak menjawab
pertanyaan.
b. 2 orang menjawab
ya ; b. 2 orang menjawab tidak ; 16 orang menjawab ya dan tidak.
Survey 2 : Grup diskusi pembelajaran DIP dengan memanfaatkan facebook ini merupakan inovasi atau bukan ? (Berdasarkan alasan yang dilandasi teori Rogers dan Reigeluth)
a. 15 pendapat menyatakan bahwa pembelajaran dan diskusi melalui facebook merupakan hal baru (Teori inovasi menurut Rogers,"...inovasi merupakan sesuatu yang relatif baru"
b. 17 pendapat menyatakan diskusi belum berjalan menyeluruh dan berkelanjutan (Teori inovasi menurut Reigeluth yang menonjolkan sifat menyeluruh dan keberlanjutannya)
c. 3 pendapat menyatakan diskusi yang dilakukan tidak memiliki aspek kebaruan.
d. 2 pendapat menyatakan diskusi yang dilakukan memiliki tujuan, menyeluruh, dan berkelanjutan.
e. 1 pendapat menyatakan diskusi yang dilakukan memanfaatkan waktu dan saluran (Teori Rogers mengenai elemen difusi inovasi)
b. 17 pendapat menyatakan diskusi belum berjalan menyeluruh dan berkelanjutan (Teori inovasi menurut Reigeluth yang menonjolkan sifat menyeluruh dan keberlanjutannya)
c. 3 pendapat menyatakan diskusi yang dilakukan tidak memiliki aspek kebaruan.
d. 2 pendapat menyatakan diskusi yang dilakukan memiliki tujuan, menyeluruh, dan berkelanjutan.
e. 1 pendapat menyatakan diskusi yang dilakukan memanfaatkan waktu dan saluran (Teori Rogers mengenai elemen difusi inovasi)
C. PEMBAHASAN
Setelah melihat hasil survey, hampir setengah dari jumlah
mahasiswa tidak menjawab pertanyaan yang diajukan. Mengapa demikian? Mahasiswa
TP B dapat dikatakan belum terbiasa dengan model pembelajaran online melalui
facebook. Dalam kehidupan sehari-hari, mahasiswa TPB memang tidak terbiasa
dengan model belajar mandiri dengan internet. Sedangkan, prinsip pembelajaran
online membutuhkan moyivasi yang kuat dari si belajar. Ada bentuk keterpaksaan,
sehingga bila lupa mengecek pembelajaran yang baru, maka pembelajaran tersebut
terlewatkan. Terlebih, bagi yang tidak aktif menggunakan Facebook, maka
notifikasi atau pemberitahuan post terbaru di grup tidak akan didapatkan.
Walapun mereka terkesan menolak inovasi, ada indikasi mahasiswa sudah melalui
tahap konfirmasi kepada facebook, yaitu dengan mengganti penggunaan facebook
dengan media sosial lainnya. Inilah yang semakin mempersulit mereka untuk
kembali menggunakan facebook, terlebih untuk kegiatan pembelajaran. Dapat
disimpulkan, mahasiswa yang belum sepenuhnya melakukan diskusi facebook
matakuliah DIP adalah laggards, yaitu kelompok yang sulit menerima inovasi.
Dalam pendifusian suatu inovasi, maka target yang akan didifusikan dapat digolongkan jenisnya dalam suatu status sosial. Pada lingkungan kelas TP B, terdapat berbagai macam penerima inovasi, ada pula yang pemimpin opini. Penanggung jawab kelas saya posisikan sebagai pemimpin opini, mengapa? karena ia dipercaya sebagai pemimpin kegiatan pembelajaran melalui facebook dan merupakan penyambung antara orang yang ingin mengubah dengan orang yang akan di ubah.
Keberagaman status sosial dipengaruhi oleh karakteristik sifat para mahasiswa. Ada yang malas, rajin, pemalas, idealis, bahkan oportunis. Begitu juga dengan pemahaman yang mereka miliki, daya tangkap, ketekunan dalam membaca referensi, dan keaktifan bertanya. Hal-hal tersebut menghasilkan jawaban dengan bobot dan jenis yang berbeda-beda. Namun, jika diteliti, jawaban banyak yang sifatnya sama dan mengelompok, ada pula yang jawabannya memiliki teori yang sama namun dengan kesimpulan serta pendapat yang berbeda. Hal ini dapat di sebabkan oleh pemahaman ringkas yang sering ditekankan oleh dosen dan hasil bertanya dari teman-teman yang lain, sehingga menghasilkan konsep yang ringkas dan sering tidak dikaji lagi lebih dalam.
Setelah melakukan hitung pendapat, 17 pendapat menyatakan diskusi belum berjalan menyeluruh dan berkelanjutan (Teori inovasi menurut Reigeluth yang menonjolkan sifat menyeluruh dan keberlanjutannya), hal ini terjadi karena banyaknya mahasiswa (19 orang) tidak ikut mengikuti survey. Namun, sifat dari menyeluruh dan berkelanjutan di sini belum dipahami jelas oleh mahasiswa, karena adapula jawaban yang mengatakan bahwa diskusi melalui facebook sudah berjalan menyeluruh dan berkelanjutan hingga mencapai tujuan pembelajaran.
15 pendapat menyatakan bahwa pembelajaran dan diskusi melalui facebook merupakan hal baru (Teori inovasi menurut Rogers,"...inovasi merupakan sesuatu yang relatif baru") menandakan persepsi mengenai relativitas kebaruan suatu inovasi mayoritas telah dipahami oleh mahasiswa, karena mereka memahami kebaruan sebagi aspek yang diukur dengan yang dirasakan oleh diri mereka sendiri. Namun, masih ditemui pendapat yang berdasarkan teori yang sama namun tidak di interpretasi dengan tepat.
D. KESIMPULAN
Inovasi bersifat relatif, tergantung orang yang merasakan inovasi tersebut. Seperti yang dikatakan oleh 15 pendapat mengenai ini.
Dapat dikatakan, hampir 50% (49%) mahasiswa tidak mengikuti survey. Mahasiswa merupakan kalangan laggards, karena banyak yang tidak rutin mengikuti kegiatan di grup.
Keinovasian kegiatan pembelajaran di grup bila dihadapkan dengan dua teori, yaitu Rogers dan Reigeluth, maka dikatakan belum mencapai suatu inovasi. Akan tetapi, bila dilihat dari teori kebaruan Rogers, maka kegiatan pembelajaran di grup dapat dikatakan inovasi meskipun belum memiliki elemen dan aspek yang lengkap dan kuat.
E. DAFTAR PUSTAKA
Robert, E.M. (1983). Diffusionof Innovation. Fourth Edition.
New York: Coller Macmillan Publishing Co. Inc.
Komentar
Posting Komentar